Saturday, October 20, 2012

Jalan-Jalan ke Depok!

Yihaaa ... jalan-jalan ke Jakarta lagi. Kali ini dalam rangka Workshop Cerita Konyol yang digelar oleh Penerbit Noura Books yang mendaulat saya sebagai narasumbernya. Ecieee ... gaya banget, ya? Halah, ya iyalah Noura minta saya yang jadi narasumber, soalnya workshop ini kan dalam rangka promo novel saya terbaru juga; Cewek-Cewek Tulalit - Traveling Gokil. Udah pada beli, kan? Belum? Hiks... beli atuh, kan biar novel saya laku dan best seller. Hehehe ... melas banget ya?

Rabu malam saya berangkat, biar bisa ngejar pagi sampai Jakarta. Soalnya kalau berangkat pagi alamat nggak bakalan tiba tepat waktu. Apalagi acaranya di Mizan Book Store di Depok. Hiyaa ... masih jauh lagi dari Jakarta. belum lagi antisipasi macetnya, nyasarnya, dan lain-lain. Makanya, berangkat lebih cepat lebih baik. Yah, bengong-bengong bentar di terminal nunggu siang sih nggak masalah lah ya.

Yang bikin ribet kalau mau berangkat malam itu adalah; naik apaan ke terminal bus? Saya biasanya ngejar bus yang berangkat pukul 12, dan jam-jam segitu tuh susah banget nyari angkutan umum. Ojeker masih kepagian buat nongkrong di perempatan-perempatan, angkot udah jarang yang lewat, dan Iren males nganterin dengan alasan; "Nanti Ibu pulangnya sama siapa? Nggak mau kalau nyetir sendirian mah. Takut malem-malem di luar sendirian." Hiiiy ... nggak bisa aja lihat suaminya pergi dengan nyaman ke terminal.

Ya wes, akhirnya seperti biasa saya membulatkan tekad untuk menerjang setiap halangan *halah*. Saya harus berjalan menyusuri jalan sambil celingukan nyari tukang ojek yang sudah mangkal, atau angkot yang mungkin akan lewat. Kalau tidak beruntung? Jalan kaki dah sampe terminal. Tapi ternyata eh ternyata, hujan turun dengan indahnya sodara-sodara, bikin saya langsung layu sebelum berkembang. Gimana ceritanya saya bisa ke terminal kalau hujan begini. Lagian, rumah saya kan agak-agak nyempil gitu dari jalan raya. Harus jalan kaki lagi sekitar 500 meteran melewati gang dan belokan. Bawa payung? Aiiih ... cakep bener ya? Dan saya pun menunggu detik demi detik menunggu malam dengan gelisah, memandangi gerimis yang semakin deras. *hadeuh, bahasanya deh coba*

Gerimis mereda, tapi saya belum tenang. gerimis begini ojeker pun makin bakalan susah dicari. Naik beca? Hiyaaa ... jam segini bisa nemu beca di mana? Dan .... datanglah penyelamat itu. Mamah mertua datang dan kaget melihat menantu tersayangnya lagi dilanda bimbang. Setelah nanya ini-itu, akhirnya Mamah bilang kalau pacar adik iren yg bungsu ada di rumah, lagi jadwal ngapel hari Rabu (ada gitu?). "Suruh dia yang ngantar aja, biar nanti Mamah yang ngomong." Dan saya pun langsung bersorak gembira! Yipiiiiie ... Ibuku, Pahlawanku.

Setengah 11 malam, pacar adik saya datang ke rumah buat jemput. Kayaknya dia sudah mulai diusir Mamah karena ngapelnya kelamaan. Lagian, masih ada hari esok, kan? Sebenernya, setengah 11 itu masih kesorean, karena saya kan berniat naik bus yang jam 12. Tapi daripada nggak ada tumpangan ke terminal, nggak papalah cengo sejaman di terminal. So, melompatlah saya ke jok motornya; "Tarik Bang!" *lo kira ojek?*

Sebenarnya rumah si cowok ini berlawanan sama terminal. Tapi, berhubung dia takut calon kakak iparnya nggak merestui hubungan mereka, dan akhirnya malah menghambat kisah cinta mereka, akhirnya dia harus pasrah nganter saya ke terminal. Masih gerimis, dan sepanjang jalan saya ngumpet dibalik badannya yang tinggi. Lumayan anget. Tapi calon iparku ini kayaknya mulai menggigil. Eh, tengah jalan hujan malah ngegedein.
"Hujan A, gimana?" tanya dia.
"Gapapa, tanggung udah deket," jawab saya sambil makin meringkuk dibalik badannya.
Calon adik saya itu ngangguk, tapi saya yakin dia lagi ngedumel; "Lo yang gapapa, gue yang kedinginan tahu!" Hihihi ... maaf ya Dek, kalau mau mengambil hati calon kakak, mending nurut aja. Perjuangan itu diperlukan kok untuk mencapai kemenangan. *apa coba?*

Akhirnya, tibalah saya di terminal. Setelah dadah-dadah dengan si calon adik, saya pun duduk manis menunggu. Baru jam sebelas. Bus menuju Jakarta sudah siap sih, tapi masa iya harus naik yang jadwal sekarang. Bukan apa-apa, entar sampe Jakarta kepagian. Yasud, mending twitteran dulu dan apdet status BBM. Eh, baru aja ganti status, BBM bunyi. Ada pesan dari Candra, teman masa kuliah yang sekarang tinggal di Ciamis. "Wok, mau ke Jakarta? Candra juga. Ini lagi meluncur menuju pool bus." Ihiiir ... pucuk dicinta Candra pun tiba, akhirnya bisa punya teman di perjalanan menuju ibu kota. Teman bobo di bus maksudnya, lah baru ngobrol bentar aja kita udah pada teler. Hehehe.


Jam 5 pagi nyampe deh di Kampung Rambutan. Say bye to Candra, lalu ngacir ke masjid, Subuhan sekalian selonjoran dulu barang sekejap. Soalnya, Mba Dee dari NouraBooks berencana untuk menjemput. Asyik dah, enak nggak perlu pusing bakalan nyasar di rimba betawi seperti biasanya kalau saya pergi ke Jakarta. Jam 6 Mba Dee datang bersama seorang sopir taksi, eh maksudnya jemput pake taksi, lalu segera menculik saya ke kantor Noura Books di wilayah Jagakarsa. Horeeey ... senang banget akhirnya bisa menyatroni kantor penerbit yang sudah menerbit beberapa novel saya ini. Lebih senang lagi karena di sana saya bisa numpang mandi, ganti baju, terus dikasih sarapan. *Ups, kelihatan banget kelaparannya nih*

Mandi sudah, ganti baju sudah, sarapan sudah, eh di kamar ada kasur empuk pula. Tiduran deh sampe akhirnya kepulesan! Hiyaaaa ... tamu nggak sopan! Sudah dikasih numpang mandi, dikasih sarapan, eh malah sekarang ikut bobo. Sampe nggak sadar kalau Mba Dee nge-BBM ngajak kumpul bareng kru Noura Books untuk berdoa bersama memulai pagi. *ngumpet di lemari*

Jam setengah 9 bangun dong, karena nggak mungkin kan numpang bobo sampai siang? Woy, saya ke sini kan buat ngasih workshop, bukan numpang tidor! Mba Dee ngajak saya Noura Tour, keliling kantor Noura sambil dikenalin sama seluruh staf yang ada. Horeeeey ... akhirnya kenalan sama semua orang yang berada di belakang layar buku-buku saya selama ini. Ketemu mas Noor H. Dee yang sudah menjadi editor untuk 3 novel saya, ketemu Pak Deden Ridwan, Person in Charge-nya Noura Books, dan semuanya. Terima kasih banyak semua atas kerjasamanya selama ini.


Jam sembilan, saya bersama Mba Dee dan Mba Putri meluncur ke Depok Mall. Tujuannya adalah Mizan Book Store, dimana Workshop Menulis Cerita Konyol akan segera dilangsungkan. Hiyaaaa ... mulai deh gemeteran. Ini adalah kali pertama saya jadi pembicara dalam sebuah workshop yang membahas tentang proses menulis cerita konyol! Nah loh, bisa ngomongnya nggak saya nanti? Bismillah ....

Perlahan tapi pasti, peserta workshop berdatangan satu per satu. Ada beberapa yang sudah saya kenal, dan ada pula yang benar-benar baru bertemu saat itu. Senangnya kegiatan seperti ini memberi kesempatan saya bertemu teman-teman baru. Peserta yang terdaftar ada 45 orang, sesuai dengan kuota ruangan yang tidak terlalu luas. Langsung merinding melihat semua kursi mulai terisi penuh. Mudah-mudahan mereka tidak sia-sia sudah jauh-jauh datang ke sini, dan ada -minimal- sesuatu yang bisa mereka peroleh dari semua ulasan saya nanti.

Dan, seperti apakah cerita tentang workshopnya itu sendiri? Kayaknya mending baca sendiri ulasannya di Annida Online dan TNol.co.id - Portal Komunitas yang pada saat itu datang meliput.


Ow, perjalanan saya di Depok belum selesai. Tuntas dengan workshop ini, saya harus segera meluncur ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, karena ada talkshow 'Traveling Gokil' di event UI BookFest yang digelar sore hari. Hayuk, lanjuuuut.

Ini adalah kali pertama saya memasuki Universitas Indonesia, jadi cukup excited juga. Suasananya hijau royo-royo banget, asyik! Jadi ngebayangin kuliah di sana, terus setiap ada waktu kuliah kosong bisa nongkrong-nongkrong di bawah pohon sambil ngobrol, pacaran, atau nyontek tugas kuliah (Hus!). Yang jelas, berasa jadi mahasiswa lagi pas masuk area ini. *nggak sadar diri emang*


Ey, di auditorium IX tempat akan diselenggarakan talkshow ini ketemu Maknyak Labibah Zain, founder Blogfam.com yang ternyata lagi ikut konferensi internasional tentang perpustakaan di tempat ini. Horeee ... kopdar dadakan. Bahkan gara-gara tahu saya akan talkshow di sana, Maknyak rela bolos di kegiatan selanjutnya. hihihi ... *peluk Maknyak*

Ternyata talkshow di sini pun tidak kalah serunya, hanya saja atmosfernya memang terasa beda. Ruangannya lebih luaaas ... dan pesertanya mahasiswa semua! Wow, gemeteran lagi, takut mereka nanya-nanya yang saya nggak bisa jawab, soalnya mahasiswa kan suka kritis nanyanya. hehehe .... alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Setidaknya, semua pertanyaan yang masuk saya jawab dengan kapasitas yang saya ketahui. Kalau kurang puas, maaf yaaa. ^_^

Talkshow harus dihentikan karena sudah masuk adzan magrib. Satu setengah jam memang nggak kerasa ya. Sudah saatnya kegiatan saya di Depok disudahi. Setelah salat magrib, dinner di cafe Al4a (alay? hihihi) yang ada di fakultas komunikasi (bener ya?), saya pun diantar Mba Dee kembali ke habitatnya. Eh, ke terminal Kampung Rambutan! Sudah pukul delapan lewat saat saya tiba di terminal, dan saya pun bersay goodbye pada Mba Dee yang sudah menemani saya seharian itu. Tengkyu Mba Dee, sudah jemput dari pagi buta, nganter ke mana-mana, jadi moderator workshop dan talkshow, sampai kembali nganterin ke terminal. Nggak sekalian nganterin ke Tasik? *Jitak!* hehehe ... #Kidding

Sejam kemudian, saya sudah terombang-ambing lagi dalam bus malam yang membawa saya pulang. Nyampe pukul 3 pagi di kota Tasik disambut gerimis mengundang. Hiiiy ... kejadian lagi harus ujan-ujanan. Yawes, gapapalah, toh sekarang mah ujan-ujanannya pulang ke rumah.
"OJEEEEEEK!"

Catatan : Postingan ini juga bisa dibaca di sini

Friday, October 19, 2012

Bisnya Libur!

Setelah muter-muter di sekitar jalan Sultan dan mampir bentar di Keypoint buat sekedar ngelurusin kaki dan jajan soya bean. Akhirnya Vika, Awi dan aku nerusin jalan-jalan. Kali ini mau ke sekitar Bugis Junction. Naik bis!

Sampe di halte seberang Keypoint, kita langsung ngecek nomer bis yang harus kita naekin. Setelah dapet nomer bisnya, kita nunggu ... nunggu ... nunggu ... itu bis ngga muncul-muncul juga. Sampe seorang ibu yang (keliatannya sih) keturunan India. Ni ibu merhatiin kerusuhan kita bertiga yang resah gelisah gara-gara bis yang harus kita naekin ngga dateng-dateng.

"Excuse me, where are you going to?", si ibu itu nanya.
"Bugis Junction, ...," hampir barengan kita jawabnya.
"I see, but the bus to Bugis Juction from here is not operate on Sunday ...," kata si ibu itu ... dan kita bertiga pun bengong, lalu ...
"Terus kita gimanaaaa?," ekspresi panik

*bengong ... liat-liatan ... dan ...*

"Masa iya naek taksi???"
"You can take another bus, then you have to walk ...," eh ... eh ... si ibu ini kayaknya ngerti bahasa Indonesia lho! Keren!

Setelah ngecek nomer bis yang ada di halte itu, kita baru percaya apa yang disampein itu ibu. Akhirnya kita ngikutin itu ibu sampe turun di tempat di mana si ibu itu turun. Abis itu, si ibu bilang,"now, you have to take that street ...", kata si ibu sambil nunjuk-nunjuk jalan di depan kita.Abis bilang makasih, akhirnya kita nerusin perjalanan ke Bugis Junction dengan jalan kaki.

Moral story: ngecek info itu jangan setengah-setengah biar ngga buang waktu!

Wednesday, October 17, 2012

Hadiah "Surprise"

Beberapa minggu lalu, waktu papa saya masih ada di Malaysia, MA suami saya, nerima telpon dari sebuah bank Indonesia yang membuka cabangnya di KL.  Katanya, MA mendapat hadiah dari bank tersebut dan minta hadiah itu diambil paling lambat jam 9 malem. Oh iya, kebetulan hari itu bertepatan dengan sehari setelah milad-nya MA.

Petugas Bank (PB): Mohon hari ini diambil yah Pak hadiahnya..

MA: Boleh saya tau apa hadiahnya?

PB: Wah hadiahnya surprise dong Pak..

Wah, jadi nebak-nebak nih dapet hadiah apaan.. Yah apalagi petugasnya bilang surprise, jadi ngga sabar dong mau ngejemput si hadiah tadi..
Akhirnya jam lima sore, MA berangkat ke bank tadi. Saya ngga ikutan karena kalo cuma ke Bank aja mesti bawa Kalevee, kan judulnya rempong banget.

Setengah jam kemudian.. *krik.. krik.. krik*

Hape saya berbunyi. Ada sms masuk.. Ternyata dari MA.. Isinya begini:

"Hadiahnya botol air minum, bener-bener surprise!"

Sontak kalo ngga inget saya habis lahiran caesar, saya pengen banget ngakak guling-gulingan di sebelah Kalevee.. Itu petugas bank memang sungguh terlalu.. Sumpah, saya jadi ngga sabar nunggu MA pulang dan bawa cerita..

Setelah MA sampai di rumah, MA cerita.. Percakapan dengan petugas bank itu kira-kira begini..

MA: Jadi hadiahnya botol air minum ini?

PB: Iya Pak..

MA: Oh, saya kira apa gitu hadiahnya.. Soalnya minta diambil sebelum jam 9. Ini saya datang dari Serdang.

PB: Hah? Bapak datang dari Serdang??

MA: Iyah.. Makanya tadi saya nanya, hadiahnya apa dulu.. Nah katanya surprise


Itu petugas bank cengar cengir kayak abis kena sihir sama nenek nyinyir.. Hihihihi...
Dan botol air minum itu sekarang udah ikut papa saya ke Malang, kata beliau, lumayan lah buat ngebekel air minum pas mancing. Rusuh beneran deh..







Tuesday, October 9, 2012

Beda Jauh!

Minggu lalu waktu siap-siap mau ngejilid skripsi, sempat baca buku panduan dan menghubungi bagian admin untuk memastikan warna cover. Sempat ketemu dosbing juga. Kata bagian admin,"pake warna almamater kecuali kertas pembatasnya warna kuning muda untuk jurusan kamu!" #Okeysip!

Dengan cerah ceria, hari Sabtu siang pulang meeting buru-buru ke tempat photocopy-an yang nerima jasa ngejilid skripsi.  Dengan tingkat kepedean berdasarkan panduan dan konfirmasi dari admin kampus, order ke petugas tempat photocopy-an pun bunyinya seperti ini,"bang, ini covernya warna orange, pita warna kuning dan pembatas warna kuning muda." kemudian si abang itu ngulang untuk mastiin. Bener. #Okeysip!

Setelah tanya harga dan waktu pengambilan, akhirnya aku tinggalin deh tuh set skripsi. Dan hari Senin pagi sebelum berangkat ke kantor, dianter ojek ke tukang photocopy-an itu. Dari kejauhan udah keliatan tuh 3 set warna orange tersusun rapi ... horeeee!!!

Setelah ngecek sekilas, bayar ... dan ... brrrr ... tukang ojek nganterin aku sampe Sudirman. Heboh lah bawaanku kemaren! Senang dong, skripsi kelar, internship program report udah tinggal print dan jilid, jurnal tinggal beresin bagian terakhir aja ... #Okeysip!

Skripsi udah aku simpan rapi di tas yang aku siapin, buku buat sumbangan juga udah ok, ngacir ke gedung sebelah buat ngejilid internship program report  ... setelah jurnal kelar! Tinggal ketemu dosbing!

Begitu ketemu dosbing, apa yang terjadi sodara-sodaraaaa ...
"Lho, kok kamu pake warna itu? Itu kan warna untuk D3!"
"Lho ... kata yang di admin bilang warna ini pak, yang beda cuma pembatas aja ..."
"Yakin?! Setau saya warnanya bukan ini deh ... kamu liat bendera yang di depan itu, disitu ada warna jurusan ..."
OMG! Masa iya mesti diganti siiiih cyiiiin ... secara ini kan udah jadi hardcover gituh lho! Dan begitu aku ngecek itu bendera yang berderet-deret ... NGGA ADA WARNA ORANGE!!! Satu-satu aku jembrengin itu bendera ...
Kuning ... Ekonomi
Biru ... kosong
Marun - MANAGEMENT!

Whaaaaat?! Marun??? MARUUUUUUUN??????? Beda jauh ORANGE SAMA MAROON!!!

Hiks ... kata dosbing,"harus ganti sesuai dengan warna almamater jurusan!"

#pingsan

Wednesday, October 3, 2012

Short Trip ke Brunei Darussalam (1)

Pas ada promo tiket Air Asia tahun 2011 lalu, saya dan suami mendadak mirip cacing kepanasan.. Langsung buka laptop, buka website Air Asia, cek-cek harga tiket dan nyari tujuan berlibur. Udah lama banget suami saya, MA pengen banget jalan-jalan ke Brunei. Karena saya sendiri belom pernah kesana, akhirnya saya sih nurut aja hihihi... Alhamdulillah akhirnya dapet juga tiket KL-Bandar Seri Begawan bertiga PP berangkat tanggal 9 Juli 2011 pagi dan balik ke KL 10 Juli 2011 sore hari, hanya dengan RM265 saja.. Horeeee... :)

Kita berangkat ke Bandar Seri Begawan (BSB) tanggal 9 Juli 2011 dengan penerbangan paling pagi. Jadilah masih gelap-gelapan kita harus berangkat ke LCCT-KLIA. Saat itu, di LCCT masih ada fasilitas free car park *sekarang kudu bayar, hiks.. terlalu*, jadi kita berangkat ke airport bawa mobil sendiri dan diparkir disana. MA ngedrop saya dan Zebby di Balai Perlepasan *duh emang kita burung pake dilepas-lepas* alias Departure Hall kemudian MA lanjutin ngeparkir mobil di tempat parkir gratis tadi.

Sementara nunggu MA ngeparkir mobil, Zebby makan roti ikan bilis kesukaannya.. Bisa-bisanya dia makan di pagi buta begitu, saya aja pengennya ngelesot di lantai airport dan ngelanjutin tidur :p, untung urat malu saya belom putus..

Setelah itu, kita cek in pake mesin web check-in biar cepet dan hemat waktu, apalagi kita ngga ada koper yang harus dimasukkin ke bagasi. Lah pergi hari ini pulang besok, ngapain juga mesti bawa barang banyak-banyak, kita kan bukan artis yang mau show gitu loh, yang kudu ganti-ganti kostum..

Selesai cek in, kita masuk ke ruang tunggu dan alhamdulillah ngga lama kemudian dipersilahkan masuk pesawat. Penerbangan memakan waktu sekitar 2.5 jam. Cuaca saat itu cerah dan penerbangan sangat lancar. Ohya, karena kita masih ngantuk, kita bertiga ngelanjutin tidur di pesawat hehehe.. Mbak-mbak pramugari yang sibuk menawarkan makanan, terpaksa kecewa liat kita tidur dan nyuekkin mereka *benerin konde*.

Akhirnyaaaa, pesawat landing!! Aiihh nyampe juga di BSB, serasa ngga percaya ihh *norak*. Btw, airport di BSB kecil loh, jangan bayangin kayak Soetta, apalagi KLIA, wah jangan hehehe.. Tapi walau kecil, airportnya lumayan nyaman kok.. Bagusnya lagi, kita ngga perlu jalan jauh-jauh dari tempat landing pesawat ke loket imigrasi :).  Ohya, waktu itu kita antri di imigrasi barengan rombongan orang-orang dari Indonesia yang baru aja pulang umroh loh.. Senangnyaa , serasa ketemu saudara deh.. :)


Setelah semua urusan imigrasi selesai, langsung deh MA celingukan nyari orang hotel yang akan ngejemput kita. Ohya, kita nginep di Jubilee Hotel, bisa dibilang budget hotel lah. Alhamdulillah waktu kita booking hotel ini, kita dapet paket yang hemat, semalemnya B$100 udah dapet sarapan, fasilitas penjemputan dan penghantaran ke airport.

Sopir yang ngejemput kita cukup ramah, bahkan dia ngasih tau tempat-tempat mana yang wajib dikunjungi selama berada di BSB. Saking ramahnya, eh perjalanan ke hotel jadi terasa singkat *jiaahh emang ngga terlalu jauh juga kok*.
Ahhhh... Leganyaa, dah nyampe hotel..

Baru aja ngelempengin punggung di kasur kamar hotel *saya sih masih ngantuuuukk sebenernya, pengen banget ngelanjutin tidur :p*, kita ditelpon resepsionis kalo orang yang mau nyewain mobil ke kita udah nunggu di lobi. Info nih yaa, kalo lagi di Brunei, jangan pernah ngandelin kendaraan umum, karena dijamin kalian ngga bakal kemana-mana. Orang hotel bilang, satu negara ini cuma ada 30 taksi. Waahh, bisa ngesot-ngesot gak jelas dipinggir jalan kalo kita nekad mau pake kendaraan umum. Harga sewa mobilnya ngga mahal kok, cuma sekitar B$ 53 sehari (24 jam) udah plus asuransi. Mobil yang kita sewa adalah sedan Daewoo. Tadinya ditawarin Pajero, lah kita cuma bertiga, ngapain pake Pajero? Mubazir kali yaa :D

Yang jelas kita lega udah ada mobil sewaan hehehe.. Sejauh ini, semua berjalan sesuai dengan rencana kita. Dan taraaaa..!! Acara keliling-keliling pun dimulai, yipeeee.. Eits tapi sebelom itu, kita kudu isi bensin dulu, ntar lagi dijamin ni sedan bakalan megap-megap kalo ngga diisi. Dan huaaaa!! Terkaget-kaget banget saya pas beli bensin, murah bangeettt bo.. Satu liternya cuma B$ 0.53 alias 53 sen dollar Brunei.

Kemanakah tujuan kita yang pertama? *ngintip GPS*
Bersambung ke bagian dua yaaa... hihihihi...




Tuesday, October 2, 2012

Pertama


Tulisan pertama di sini. Untuk mulai mengisi "rumah maya" kami berlima ... yang suka merusuh!

Satu di Tj. Priok, Tangerang.
Satu di Kuningan - Sudirman.
Satu di Tasikmalaya.
Satu di Ende.
Satu ... jauuuh di Malaysia.

Kami disatukan oleh Karipap ... eh, passion yang sama: merusuh! Catat merusuh bukan tawuran!

Mari ...